faidza'azzamta fatawakkal'alallah

NVL vs CB150R, “seberapa penting fanatisme kalian?”


AB#3a

Sangat menarik melihat dan mengupas polah temen2 yang galau milih suatu produk kendaraan motor roda 2, terkhusus dengan keluarnya dua varian fenomenal yang awal sampai penggalian detail spek dan performa pasca peluncurn saat ini tidak lepas dari kegaduhan dan santer pemberitaan; Yamaha NVL dan Honda CB150R. bagi kita otolovers, tentu tidak memungkiri bagaimana secara antusias kita senantiasa mantengin berita, gambar demi gambar dan detail info2 diberbagai media(terutama yang update warungnya bang taufik, iwb, ridertua, dll) demi memperoleh kepastian yang mana motor yang sesuai dengan “selera” kita.

Di awal kemunculan NVL dengan plat di jidat yang banyak menuai cibiran karena katanya “mengurangi estetika” atau sama halnya dengan CB150R yang kemarin ditemukan karat pada rangka trellis yang dibanggakan. Perang “fanboy” pun sangat meriah, comment war dan bom spam ditambah dengan beberapa provokator dari kedua belah pihak yang bagi saya “fanatiknya kebablasan”. Sampai titik kulminasinya dari beberapa pemilik lapak sendiri terpaksa membersihkan sampah2 yang tiada manfaat. Sebuah hal yang aneh bagi saya, ketika kita mengagungkan sebuah hal yang tiada bisa memberikan manfaat dan maslahat dengan secara langsung ataupun tidak. (Padahal kita yang muslim banyak yang tidak sefanatik tadi ibadahnya, nah lo?)

AB#3Dalam artikel ini, sedikit saya hanya ingin menanggapi dan memberikan perspektif  pribadi mengenai fenomena diatas.

Pertama, tinjauan filosofis dari sebuah kendaraan bermotor adalah sebagai alat transportasi penunjang mobilitas. Terlepas dari banyaknya model dan orientasi pemilik yang ingin menunjukkan prestise, performa, atau sekedar hobi. Kenyataannya semua kembali pada landasan filosofis tadi. Kesan wah, bagi saya hanya bagi mereka yang bermental kagetan karena sebaik apapun motor punya sisi “kurang”.

Kedua, komparasi motor dengan beda karakter otomatis tidak bisa linier dengan hasil yang diperoleh, yang berarti masing2 mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri2. Karakter` overstroke yang didesain untuk memperoleh torsi tentu berbeda dengan karakter overbore yang memang diarahin buat speed. gak bakal selesai debat kusirnya, gak jadi sebuah diskusi produktif dengan saling memberi informasi dan kritik positif yang ada juga nyinyir, saling ejek dan bangga pada label2 yang padahal kita gak dapet apa2. Sebuah trend budaya yang bagi kita sebagai masyarakat yang cerdas harus bisa memilah dan mengontrol diri,

Ketiga, masalah selera jelas urusan pribadi meskipun dibangun dari input sharing informasi dan pengalaman. Adalah aneh jika kita mengklaim produk yang kita sukai paling canggih, paling irit, paling bla….bla….bla…..karena kembali, semua orang mempunyai value berbeda dalam memandang sebuah produk. Bisa dari model, spesifikasi, efisiensi, fungsionalitas dll. Yang intinya selain selera juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan calon pemilik kendaraan. (Yang sampai saat ini masih seneng claiming berarti SALES)

Keempat, kenyataan produk yang diperdebatkan juga “tidak begitu” prestisius, dalam artian banyak yang memiliki dan terjangaku. Sederhananya, debat yang selama ini berjalan hanya merupakan pandangan2 sempit dari gengsi dan masivitas massa. Tidak mewakili sebagai konsumen yang betul2 cerdas dan sadar dari pemilihan suatu produk yang dibuat (bukan sok). Misal kalian setelah beli salah satu dari kedua motor tadi apakah akan terus psywar cuap2 ini loh motor gue, narsis dan gak etis. Terlalu sia2 pikiran kita kalo hanya buat nyurahin pada sebuah hal yang gak begitu substansial. lantas apa yang dicari?

Kelima, pilihan ada pada kalian guys. Jadi pribadi yang merdeka, gak kemakan comment war, mo yang beli NVL monggo, CB150R juga boleh, yang penting tetep jaga spirit of solider-nya. Saya pikir duduk bersama dengan keberagaman itu lebih indah dan konstrktif. “setiap masa ada ego yang memuncak, maka aktualisasikan ke hal2 yang positif”. Itu dulu, kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT. Salam,

#pict by motorplus arship

About these ads

19 tanggapan

  1. test,

    18 Januari 2013 pukul 4:30 am

  2. wayne wondo

    (Yang sampai
    saat ini masih seneng claiming
    berarti SALES)!!!
    setuju banget!!

    18 Januari 2013 pukul 4:43 am

  3. ivank

    artikel ok

    18 Januari 2013 pukul 3:20 pm

  4. dagger

    Tau tuh sales ma fanboy ngrusuh mulu

    19 Januari 2013 pukul 1:45 am

  5. hahaha, ketika independensi terbeli fanatisme buta, maka lahirlah makhluk2 kerdil semacam fansboy. yang bangga pada label2, tanpa tahu substansinya. semoga kita beda, proporsional, menempatkan sesuatu secara pas. salam bikers indonesia :D

    19 Januari 2013 pukul 1:55 am

  6. radjoen

    kebanyakan sih sales yang seneng flamming,kalo pengguna gak askan sefanatik itu,apalagi yang ngerti mesin.pasti sudah tau kurang lebihnya

    19 Januari 2013 pukul 4:06 am

    • tugas kita yang memberi pencerdasan, salam bikers indonesia :D

      19 Januari 2013 pukul 4:36 am

  7. bead revoist bms

    akur.bro

    19 Januari 2013 pukul 10:02 am

    • itulah harapan kita, :D

      19 Januari 2013 pukul 11:24 am

  8. jofrin

    kagak ada FBH en FBY gak rame broooo secara kagak langsung juga buka aib produk yg mereka bela :p

    19 Januari 2013 pukul 11:46 am

    • hahaha, bisa aja. bagi sebagian orang mungkin iya, tapi bagi saya pribadi dan yang se-felling dengan saya, menjadikan kekurangan suatu produk atau seseorang sebagai bahan guyonan itu bukan sebuah hal yang bersifat ksatria. ada tatakrama menyampaikan kritik atau untuk memperoleh informasi. salam bikers indonesia. :D

      19 Januari 2013 pukul 11:56 am

      • jofrin

        setuju bro…sayangnya para FB masi berpikiran picik…bukannya saling memberikan masukan justru malah saling menjatuhkan padahal yg paling dirugikan ya para konsumen

        19 Januari 2013 pukul 4:45 pm

  9. right, tugas kita yang memberi pencerdasan. :D

    19 Januari 2013 pukul 4:57 pm

  10. Mantap…. be smart customer… jangan cuma jadi korban iklan …

    20 Januari 2013 pukul 3:05 pm

    • right, syukur2 kita yang megang mainstream pasar. ngarahin biar masyarakat gak terbodohi dengan sebuah citra dan produsen bener2 bikin produk yang berkualitas serta terjangkau. salam bikers indonesia :D

      20 Januari 2013 pukul 3:16 pm

  11. bocah pulung

    kualitas menentukan kesetiaan
    kalo emang lebih bagus, kenapa ga?

    31 Januari 2013 pukul 3:53 am

    • asal gak kebablasan,

      1 Februari 2013 pukul 12:14 am

  12. iwan

    semua nya hebatlah cuma klo sales harus mengangkat nama baik prodak sendiri, secara tdk langsung prodak lain tersingkirkan walaupun tdk sesuai kenyataannya, individu masing2lah yg bisa menilai mana yg terbaik

    16 Februari 2013 pukul 8:05 pm

  13. exies,...nvl

    mantap ,. gan ,.. semua bebas memilih,. dan punya selera masing2,..

    5 Juli 2013 pukul 1:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya.