faidza'azzamta fatawakkal'alallah

Verza 150, MANIFESTASI AMBISI HONDA


honda-verza-150-cw-sporty-red-kilau-biru-wp

Sangat menarik menilik pertarungan dua pabrikan besar sepeda motor tanah air ; Honda dan Yamaha. kita tentu mengetahui perjalanan kedua pabrikan tadi dalam tiap babak persaingan menguasai pangsa pasar, mulai dari kelas bebek, matic, dan yang sekarang sedang2 hangat2nya kelas mid end sport 150CC. wajar jika dari kedua pabrikan saling berlomba dalam strategi, pricing, varians produk, dan persuasi pada masyarakat (konsumen).

Dalam pembahasan kali ini sedikit saya ingin memberikan perspektif mengenai motor “paket hemat” (pahe) yang dalam hal ini saya akan mengambil sampel Honda verza 150 yang baru beberapa waktu dilaunching. bagi honda kelas 150 cc yang selama ini dikuasai Yamaha tentu merupakan poin yang harus juga dikuasai demi mewujudkan “ambisi” mengusai pangsa pasar. Berbicara ekonomi, adalah hal wajar jika sebuah produsen saling berlomba mengkapitalisasi pangsa pasarnya. namun demikian, terkhusus  mengenai motor pahe ada beberapa alasan motor tadi dibuat ;

  1. Diversifikasi produk, yang dalam hal ini memanjakan konsumen dengan beragam model motor untuk lebih memberikan opsi mengenai spek motor yang diinginkan konsumen. Dan tentunya “cost” adalah mainstream utama yang dipersuasikan pada konsumen dibanding dengan nilai orisinil dari motor itu sendiri.
  2. Kalo bang taufik dilapaknya menyebut sebagai strategi sandwich, motor pahe difungsikan sebagai penggencet dari bawah (NVL). Harga yang mempunyai selisih cukup jauh dengan motor rival dengan kelas kubikasi sama dimaksudkan untuk menghadang calon pembeli yang ingin naik kelas dengan dana terbatas atau sekedar buat mereka yang ingin merasakan sensasi “eksklusifisme” punya motor laki. Jika dibandingkan tentu banyak kekurangan dibanding dengan motor rival tadi (NVL), akan tetapi dalam strategi sandwich kekurangan tadi ditutup oleh varian produk lainnya yaitu CBSF, yang secara head to head dengan NVL mempunyai keseimbangan dalam beberapa hal sebagai lawan. Lebih lanjut klo saya korelasikan dengan dengan istilah flagship yang dikenalkan mbah dukun, motor pahe merupakan bentuk umpan sekaligus senjata utama penarik konsumen dari produk rival.
  3. Perspektif selanjutnya dengan adanya motor pahe, maka jeda harga dengan produk diatas dan dibawahnya semakin kecil. Yang berarti masyarakat dengan dana tanggung dapat memilih motor ini sebagai alternatif.

verza-150-keren-tangguh-irit

Tiga perspektif adi yang bagi saya sudah cukup memberikan gambaran bagaimana strategi sebuah produsen motor berlomba, hanya satu pertanyaan saya adalah “EFEK APA YANG ADA PADA PRODUK TERSEBUT DENGAN LABEL MOTOR PAKET HEMAT?”

Pertama, bagi saya pribadi kesan motor paket hemat kasarnya seperti produk KW a.k.a bukan kualitas utama meski yang memproduksi adalah brand ternama. Kenyataanya ada degradasi dari beragam aspek; aksesoris motor, bentuk yang kurang estetika, system yang disederhanakan, atau mungkin penurunan kualitas bahan.

Kedua, dari poin pertama saya kaitkan dengan lifecycle motor. Sampai berapa tahun motor pahe dapat berfungsi secara prima dibanding dengan motor diatasnya. Motor yang diproduksi skarang garansi mesin rata-rata 3 tahun, ketersediaan part, harga jual kembali, dll. Pertimbangan-pertimbangan tersebut tentu harus diperhatikan “agar tidak terjebak” pada branding murahnya saja.

Ketiga, strategi Honda dengan menelurkan  verza 150 adalah wajar, namun dengan banyaknya varian yang terkesan “asal ngisi” tentu mengurangi eksklusifitas dibanding dengan Yamaha yang lebih sedikit variannya namun total dalam sebuah produk dan efektif.

Terakhir, pandangan saya mari kita cerdaskan masyarakat secara bersama-sama agar tidak sekedar menjadi objek pasar tanpa tahu kelebihan dan kekurangan suatu produk. Bagi saya secara pribadi produk pahe bagus untuk keterjangkauan masyarakat, akan tetapi jika tanpa diimbangi dengan quality control dan pelayanan yang berimbang maka “masyarakat hanya sebagai korban kepentingan bisnis”. Kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT, salam.

verza-150

About these ads

21 responses

  1. Ketiga, strategi Honda dengan menelurkan verza 150 adalah wajar, namun dengan banyaknya varian yang terkesan “asal ngisi” tentu mengurangi eksklusifitas dibanding dengan Yamaha yang lebih sedikit variannya namun total dalam sebuah produk dan efektif.
    ==================
    Kalau ingin lebih eksklusif beli HD, BMW, atau sejenisnya. Tapi Gak tau juga kalau Yamaha ingin menuju ke sana, seperti kata beberapa FB-nya, “Motor bagus itu motor yang sedikit laku di masyarakat(?)

    18 Januari 2013 pukul 9:20 am

    • terima kasih tanggapannya,
      “Kalau ingin lebih eksklusif beli HD, BMW, atau sejenisnya.” komentar anda benar, tapi dalam konteks ini yg saya maksud adalah parametrik umum mengenai value dari produk yang terjangkau masyarakat, kalo ada produk dengan status paket hemat berarti ada pengurangan value dari produk yang dijadikan acuan (downgrade).
      tentang “Motor bagus itu motor yang sedikit laku di masyarakat” bagi saya itu hanya defensive argument saja, karena konyol. berarti vixion yang sekarang megang pangsa pasar middle sport gak bagus donk?

      18 Januari 2013 pukul 10:13 am

    • mau ekslusif yang murah aja ada kok ngapain beli mahal-mahal…

      tvs atau bajaj… harga bisa setengah harga mtor jepang dengan spek yang sama

      19 Januari 2013 pukul 2:14 am

      • yo’i, the choice is yours, kembali ke selera masing2 :D

        19 Januari 2013 pukul 2:33 am

  2. blade-in

    Di tengah migrasi konsumen bebek ke matic yang dianggap lebih praktis, murah, irit dan style….. strategi sport pahe …. menurut saya kurang efektif. Makanya cuma bisa mlongo liat target 12.500/bulan yang dipatok AHM …..

    19 Januari 2013 pukul 12:40 am

    • hahaha, iya. memang lebih booming maticnya. tapi segmentasi sport pahe ini buat menarik yang ingin naik kelas dengan harga yang cukup terjangkau. soal produk kita bisa menilai sendiri, tapi soal target yang 12.500/bulan menurut saya bisa karena beberapa hal, test pasar, keterbatasan unit produksi, menjaga kuota penjualan varian lain. thanks bro dah mampir,

      19 Januari 2013 pukul 12:51 am

  3. graminale

    Yakin harga murah itu pasti
    murahan ?
    Jadi teringat honda win 100
    Sudah terkenal tangguh loh tenaga
    badak, padahal harga murah dan
    sport abal abal mesin tiduran gak
    ada penunjuk RPM…
    Mungkin motor verza ini memang ditujukan untuk sport utilitas, jadi target pasarnya gak usah banyak banyak.
    Diluar sana banyak orang yang ingin tenaga bagus, dan harga murah…
    ~~~\(,”)/

    19 Januari 2013 pukul 3:47 am

    • nice argument,
      kalo sekedar ngejar pangsa pasar kenapa tidak?

      di atas sudah saya paparkan motor pahe bagus buat keterjangkauan masyarakat, asalkan quality control dan service yang berimbang. contoh di beberapa aspek ada yang dikurangi atau tidak ada pada motor paket hemat. akan tetapi, tentu motor pahe juga dibekali nilai tambah sebagai produk. verza 150, murah iya, sistem injeksi, mesin adaptasi dari mega pro. tapi coba bandingkan motor tadi dengan motor yang punya kubikasi cc sama tapi harga diatasnya. apakah sama torsinya? speednya? konsumsi bahan bakarnya? aksesorisnya? hal inilah yang mendasari saya berpendapat bahwa motor pahe (downgrade) tetap kualitasnya dibawah motor yang menjadi acuan.

      selanjutnya “Mungkin motor verza ini memang ditujukan untuk sport utilitas, jadi target pasarnya gak usah banyak banyak. Diluar sana banyak orang yang ingin tenaga bagus, dan harga murah”. | berbicara soal kemungkinan, semua bisa berpendapat. tapi yang secara pasti tahu ya produsen sendiri dalam hal ini Honda, kita kan hanya mereka-reka, apakah sesuai seperti yang anda sebut atau yang lainnya wallahu’alam. tapi saya hargai pendapat anda, salam bikers indonesia :D

      19 Januari 2013 pukul 4:09 am

  4. ibarat sebuah butir peluru, produk2 flagship AHM hnylah selongsong.. sisanya jd pelor.

    so, kyknya ferza serasa reinkarnasi Honda WIN.

    19 Januari 2013 pukul 4:08 am

    • bisa jadi,

      19 Januari 2013 pukul 4:12 am

  5. biasa strategi HONDA..pengen merajai pasar smp 60%, selain kan kapasitas produksiny jg lebih besar dari YAMAHA..jd dia gelontor pasar dengan bnyak pilihan

    19 Januari 2013 pukul 4:22 am

  6. hahaha, sepertinya hafal bener. nice info bro :D

    19 Januari 2013 pukul 4:28 am

  7. yah, semoga aja kualitasnya bisa lebih bagus dari Honda Win…
    Sepertinya strategi multi varian ini cukup efektif..
    tinggal kita lihat tanggapan pasar aja…

    19 Januari 2013 pukul 8:33 am

    • kemungkinan besar iya, dari spesifikasi jelas banyak lebihnya dibanding honda win. saya pun senang, misal masyarakat dapet motor berkualitas namun terjangkau.
      setuju, tinggal kita lihat tanggapan pasar. the choice is yours :D

      19 Januari 2013 pukul 11:52 am

  8. Reblogged this on Dealer Resmi Honda Banyumas .

    20 Januari 2013 pukul 1:31 am

  9. salam kenal dab
    saya mulai melirik tulisan anda sejak menyoal fanatisme kemarin,, trus skrg bahas manifestasi ambisi. btw kalo manifestasinya ‘cuma’ bersi pahe berarti ‘cuma segitu’ juga ambisinya lah ya….
    tapi satu hal lagi mungkin soal segmen kok, tiap produk dibuat utk segmen tertentu,, so yang pahe pun bisa kita reka-reka juga bakal lebih laku dimana…. salam budaya dab, halahhh ^_^

    21 Januari 2013 pukul 2:07 am

    • salam silaturahim bro,
      makasih, best regards for me as author. gak termasuk yang saya bahas kan? :D
      hahaha, bukan begitu bro, bukan pada pahe-nya. tapi dengan pahe tadi menurut saya itu bentuk manifestasi honda buat nguasai pangsa pasar. untuk positioning pahe sendiri seperti bahasan di atas.

      “tapi satu hal lagi mungkin soal segmen kok, tiap produk dibuat utk segmen tertentu,, so yang pahe pun bisa kita reka-reka juga bakal lebih laku diman” ==> betul, karena motor sebagai penunjang aktifitas fungsi dan target spesifiknya beda-beda sesuai desainnya. :D
      salam bikers indonesia, :D

      21 Januari 2013 pukul 2:22 am

  10. jofrin

    menurut aq justru ambisi AHM mo mengunci semua rentang harga dan segmen dengan produknya…justru kehadiran Verza 150 ini menohok Yamaha yang lagi berkonsentrasi dengan NVL untuk mengurangi daftar inden yg sulit diantisipasi oleh kapasitas produksi YIMM…manuver Yamaha mudah terbaca oleh AHM mengingat produsen suplier sparepart Yamaha satu holding company dengan AHM

    21 Januari 2013 pukul 9:29 am

    • bisa bro, strategi marathon. tinggal pilih, verza, nmp ato cbsf. pinter2nya yamaha skarang, honda dengan varians produk, yamaha harus punya value tambah buat bertahan dengan produk yang lebih dikit.

      21 Januari 2013 pukul 9:45 am

  11. nb

    Produk honda lebih terjamin kualitasnya meski tdk sempurna.

    22 Januari 2013 pukul 2:50 am

  12. synyster

    honda itu terlalu berambisi ingin menguasai semua,ingin merajai semua,tanpa pernah memperdulikan kualitas…padahal secara sadar AHM mengetahui bahwa kompetitor selalu meningkatkan kualitasnya disetiap produknya (yamaha,suzuki)skrng sdh tidak ada lagi motor honda yg “berkelas/berkualitas baik” seperti dulu…yamaha skrg melejit karena kualitas yg jauh melampaui standard kualitas honda.

    16 Juni 2013 pukul 7:12 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya.